*:•٠ Ketika Hatiku Bertasbih Diatas Sajadah Cinta-Mu ٠•:*
(¯`v´¯) ♥♥♥●•Jika benar cinta itu kerana ALLAH•●♥ `·.¸..´♥♥Maka biarkanlah ia mengalir mengikut aliran ALLAH kerana hakikatnya ia berhulu dari ALLAH maka ia pun berhilir hanya kepada ALLAH,Kerana hati ini begitu mudah untuk dibolak-balikkan,serahkan rasa yg tiada sanggup dijadikan halal itu pada Yang Memberi dan Memiliki-NYA,biarkan DIA yg mengatur semuanya hingga keindahan itu datang pada waktunya•●♥ღ¸.•´ (¯`v´¯) ♥♥♥•♥•♥ `·.¸.·´ ♥♥
Jumat, 17 Februari 2012
Minggu, 29 Januari 2012
~12 GOLONGAN YANG DI DO'AKAN MALAIKAT~
Assalaamu'alaikum warahmatullah,,,,,
~12 GOLONGAN YANG DI DO'AKAN MALAIKAT~
1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci.
"Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa 'Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci". (HR Imam Ibnu Hibban dari Abdullah bin Umar)
2. Orang yang sedang duduk menunggu waktu shalat.
"Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya 'Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia' (HR Imam Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Muslim 469)
3. Orang-orang yang berada di shaf barisan depan di dalam shalat berjamaah.
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang - orang) yang berada pada shaf - shaf terdepan" (Imam Abu Dawud (dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra' bin 'Azib)
4. Orang-orang yang menyambung shaf pada sholat berjamaah (tidak membiarkan sebuah kekosongan di dalam shaf).
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang-orang yang menyambung shaf-shaf" (Para Imam yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah)
5. Para malaikat mengucapkan 'aamin' ketika seorang Imam selesai membaca Al Fatihah.
"Jika seorang Imam membaca 'ghairil maghdhuubi 'alaihim waladh dhaalinn', maka ucapkanlah oleh kalian 'aamiin', karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu" (HR Imam Bukhari dari Abu Hurairah, Shahih Bukhari 782)
6. Orang yang duduk di tempat shalatnya setelah melakukan shalat.
"Para malaikat akan selalu bershalawat ( berdoa ) kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam tempat shalat dimana ia melakukan shalat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata, 'Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia'" (HR Imam Ahmad dari Abu Hurairah, Al Musnad no. 8106)
7. Orang-orang yang melakukan shalat shubuh dan 'ashar secara berjama'ah.
"Para malaikat berkumpul pada saat shalat shubuh lalu para malaikat ( yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu shalat 'ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga shalat 'ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, 'Bagaimana kalian meninggalkan hambaku?', mereka menjawab, 'Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan shalat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan shalat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat'" (HR Imam Ahmad dari Abu Hurairah, Al Musnad no. 9140)
8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan.
"Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata 'aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan' (HR Imam Muslim dari Ummud Darda', Shahih Muslim 2733)
9. Orang-orang yang berinfak.
"Tidak satu hari pun dimana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanya berkata, 'Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak'. Dan lainnya berkata, 'Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit'" (HR Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Bukhari 1442 dan Shahih Muslim 1010)
10. Orang yang sedang makan sahur.
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat (berdoa ) kepada orang-orang yang sedang makan sahur" Insya Allah termasuk disaat sahur untuk puasa"sunnah" (HR Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani, dari Abdullah bin Umar)
11. Orang yang sedang menjenguk orang sakit.
"Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan bershalawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga shubuh" (HR Imam Ahmad dari 'Ali bin Abi Thalib, Al Musnad 754)
12. Seseorang yang sedang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.
"Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain" (HR Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily)
Wallahua’lam bish shawwab.
Sumber :
Syaikh Dr. Fadhl Ilahi, Orang-Orang yang Didoakan Malaikat, Pustaka Ibnu Katsir, Bogor, Cetakan Pertama, Februari 2005
Salam Erat Ukhuwah
~12 GOLONGAN YANG DI DO'AKAN MALAIKAT~
1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci.
"Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa 'Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci". (HR Imam Ibnu Hibban dari Abdullah bin Umar)
2. Orang yang sedang duduk menunggu waktu shalat.
"Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya 'Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia' (HR Imam Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Muslim 469)
3. Orang-orang yang berada di shaf barisan depan di dalam shalat berjamaah.
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang - orang) yang berada pada shaf - shaf terdepan" (Imam Abu Dawud (dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra' bin 'Azib)
4. Orang-orang yang menyambung shaf pada sholat berjamaah (tidak membiarkan sebuah kekosongan di dalam shaf).
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang-orang yang menyambung shaf-shaf" (Para Imam yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah)
5. Para malaikat mengucapkan 'aamin' ketika seorang Imam selesai membaca Al Fatihah.
"Jika seorang Imam membaca 'ghairil maghdhuubi 'alaihim waladh dhaalinn', maka ucapkanlah oleh kalian 'aamiin', karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu" (HR Imam Bukhari dari Abu Hurairah, Shahih Bukhari 782)
6. Orang yang duduk di tempat shalatnya setelah melakukan shalat.
"Para malaikat akan selalu bershalawat ( berdoa ) kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam tempat shalat dimana ia melakukan shalat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata, 'Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia'" (HR Imam Ahmad dari Abu Hurairah, Al Musnad no. 8106)
7. Orang-orang yang melakukan shalat shubuh dan 'ashar secara berjama'ah.
"Para malaikat berkumpul pada saat shalat shubuh lalu para malaikat ( yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu shalat 'ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga shalat 'ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, 'Bagaimana kalian meninggalkan hambaku?', mereka menjawab, 'Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan shalat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan shalat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat'" (HR Imam Ahmad dari Abu Hurairah, Al Musnad no. 9140)
8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan.
"Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata 'aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan' (HR Imam Muslim dari Ummud Darda', Shahih Muslim 2733)
9. Orang-orang yang berinfak.
"Tidak satu hari pun dimana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanya berkata, 'Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak'. Dan lainnya berkata, 'Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit'" (HR Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Bukhari 1442 dan Shahih Muslim 1010)
10. Orang yang sedang makan sahur.
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat (berdoa ) kepada orang-orang yang sedang makan sahur" Insya Allah termasuk disaat sahur untuk puasa"sunnah" (HR Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani, dari Abdullah bin Umar)
11. Orang yang sedang menjenguk orang sakit.
"Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan bershalawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga shubuh" (HR Imam Ahmad dari 'Ali bin Abi Thalib, Al Musnad 754)
12. Seseorang yang sedang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.
"Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain" (HR Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily)
Wallahua’lam bish shawwab.
Sumber :
Syaikh Dr. Fadhl Ilahi, Orang-Orang yang Didoakan Malaikat, Pustaka Ibnu Katsir, Bogor, Cetakan Pertama, Februari 2005
Salam Erat Ukhuwah
~Libatkan Allah Di Hatimu~
Assalaamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh.
Bismillah..
"Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhannya yang tidak
terlihat oleh mereka, mereka memperoleh ampunan dan pahala yang besar."
(Al Mulk:12)
Saudaraku fillah..
... ... `SeLalu Libatkan Allah dalam setiap aktifitasmu,
niscaya ketenangan kan temanimu..
`SeLalu ingatLah Allah saat Bahagiamu,
... niscaya Allah tak kan meninggalkanmu saat kau terpuruk..
`SeLalu hadirkan Allah dalam hari-harimu,
niscaya Allah akan menjagamu disetiap detak jantUngmu..
`Selalu seRtakan Allah dalam pengambiLan kepuTusanmu,
niscaya hasiL terbaik kan hadir di senyuman mu..
Salam santun ukwuah..
~PA~
~Ujian Dari Allah Itu Karunia~
Assalaamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh
~Ketika diri di uji Allah,dapat tengok sejauh mana diri dapat bersabar dan bersyukur dengan kehendak-Nya.
Sikap diri sebagai manusia sering terlupa atau buat buat lupa.Terlupa
ini memang sifat manusiawi,tetapi terlupa dalam hal remeh juga bisa
mendatangkan berbagai kesusahan!Apalagi terlupa untuk mengucapkan syukur
kepada Allah yang maha pencipta.
...
Dalam keluh kesah dalam menjalani hidup seharian kadang kadang bersifat
alpa,,sadar sadar hari sudah malam dan tak sempat muhasabah diri
sebelum melelapkan mata pada itu.
Sekurang kurangnya untuk
mengenang kembali,apa yang telah dibuat sepanjang sehari suntuk sebagai
hambaNya.Paling penting mengucapkan syukur diatas segala rahmat dan
nikmatnya yang tidak terhitung.
Terkadang bila ditimpa
musibah,badan sudah tak berupaya untuk tegak brdiri barulah terasa
hendak brsyukur.Barulah terasa nikmat kekuatan dan ehat yang Allah
kurniakan amat bernilai.Itulah manusia.
Walau apapun sekiranya
ditkdirkan musibah atau penyakit usahlah cepat menggerutu atau saling
menyalahkan.Berdoa selalu ,karena doa orang sakit atau ditimpa musibah
adalah mustajab,selagi diri tidak putus asa.
Tiada orang yang
lebih menyayangi diri kita kalau diri kita tidak menyayangi diri sendiri
terlebih dahulu.Paling utama brsyukur walau apapun,karena kalau diri
merasakan diri paling tidak bernasib baik,ingatlah ada lagi orang yang
lebih buruk nasib nya,
~~Bersyukur apa yang telah di dapat saat ini,~~
~~
~JT~
~ MUTIARA KESABARAN ~
~Assalamualaikum warohmatullahi wabarakatuh..
”Suci adalah sebagian dari iman,membaca Alhamdulillah dapat memenuhi timbangan,Subhanallah dan Alhamdulillah itu dapat memenuhi semuayang ada di antara langit dan bumi, salat itu adalah cahaya,sedekah itu adalah bukti iman, sabar itu adalah pelita dan AlQuran untuk berhujjah (berargumentasi) terhadap yang tidakkamu sukai. Semua orang pada waktu pagi menjual dirinya,kemudian... ada yang membebaskan dirinya dan ada pula yangmembinasakan dirinya.” (H.R Muslim)
Dari Abu Sa`id bin Malik bin Sinan Al-Khudriy ra. Berkata: “Ada beberapa sahabat Anshar meminta sesuatu kepadaRasulullah SAW, maka beliau memberinya, kemudian merekameminta lagi dan beliau pun memberinya sehingga habislahapa yang ada pada beliau. Ketika beliau memberikan semuayang ada di tangannya, beliau bersabda kepada mereka :”Semua kebaikan yang ada padaku tidak akan akusembunyikan pada kalian. Siapa saja yang menjagakehormatan dirinya, maka Allah pun akan menjaganya dansiapa saja yang menyabarkan dirinya, maka Allah pun akanmemberikan kesabaran. Dan seseorang tidak akanmendapatkan anugerah yang lebih baik atau lebih lapangmelebihi kesabaran.” (H.R Bukhari dan Muslim)
[Riadhus Sholihin]
Indahnya bila sabar itu lautan iman, bagi sahabat ku fillah..sudahkah kita memiliki bahagian dari SABAR yang sebenar nya..?
Salam Ukwuah FillahLihat Selengkapnya
~MHB~
~RenunganHati Muslimah II~
*Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.*
Sahabat fillah..terkadang Hati kita mudah terbolak-balik, kadang kita
rajin kadang pula malas, terkadang kita perhatian terhadap seseorang
kadang pula hati ini menyakiti orang,Kadang senang kadang sedih, maka
dari itu kita harus senantiasa ramah dan terbuka dalam semua orang,
semoga kita menjadi orang yang bisa menerima semua orang apa adanya
dengan ...kelebihan dan kekuarangan yang dimilikinya…
Sahabatku fillah..Pentingnya keseimbangan, dalam hal ini ni, kita itu
harus seimbang , ketika virus jambu merah sedang merebak dalam bunga
hati kita…. waspadalah(bukan berarti kita menolak cinta). Cinta itu
fitrah, dengan cinta hidup akan terasa indah, kata seorang temen,
katanya dengan cinta, orang yang malas jadi pemberani, dsb.
Sahabatku yg ku cintai, jadilah remaja yang dapat menjadikan prioritas
utama sebagai patokan dalam hidup,Jujur memang cinta itu fitrah manusia,
tinggal kita yang harus mengatur cinta itu, bingkailah cinta itu dengan
bingkisan yang baik, tidak menjadikan halal dengan mengatas namakan
cinta. Biarkan cinta itu hadir dengan lembut menyapa hatimu..tentunya
karena Sang Ar-rahmah.
Dan ingatlah,Jangan sampai Cinta kita kepada manusia mengalahkan cinta kita kepada Allah SWT….
Sedikit kutipan Hangat Sahabat Rasullullah
[Cintailah kekasihmu sekadarnya saja,
Siapa tahu nanti akan jadi musuhmu . . .
Bencilah musuhmu sekadarnya saja,
Siapa tahu nanti akan jadi kekasihmu ]
(Ali bin Abi Thalib)
Salam santun ukwuah Fillah..
~MHB~
~BUKTI SHAHIHNYA TERSIMPUL DI JARI MANIS ~
~Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh..~
Dalam ajaran agama, memang masalah “jodoh” dipercaya sebagai ranah atau wilayah prerogative Sang Khalik, Allah Yang Maha Dekat, namun “cerai” bukan urusan-Nya, tapi urusan asli manusia sendiri. Bukti shahihnya tersimpul di jari manis.
Pada suatu malam, Farid dan kawan-kawannya ngobrol di sebuah kafe. Tanpa menunggu pertanyaan, Farid yang terkenal suka ngomong, ceritera perihal perceraian dengan istrinya yang ketiga. Ya, tiga kali kawin, tiga kali bercerai, dengan dalih : Perceraian pertama, gara-gara dia ketahuan selingkuh.Lalu kawin kedua,pecah karena si istri yang serong, dan yang ketiga sekarang alasannya sebagai berikut :
“Coba kalian bayangkan, tiga bulan pertama perkawinan oke-oke aje. Aku bicara, dia cuma dengar…” tuturnya. “Terus, terus?” kata seorang kawannya. “Masuk tiga bulan kedua, eh dia yang banyak bicara, dan aku jadi pendengar”, kata si Farid. “Wah, itu rumah tangga ideal dong”, kawannya yang lain interupsi. “Naa…., pada tiga bulan ketiga. Kita saling rebutan bicara. Cape deh..! Yang jadi pendengar malah tetangga”. “Ah, bisa saja kau bikin alas an untuk kawin lagi, sama tidak warasnya dengan ceritera sinetron di televisi”, komentar kawan-kawannya.
Kemudian seorang kawannya mengajak Farid agar lebih memahami makna sackal sebuah perkawinan. Dia bertanya tentang cincin kawin. “Kok dipasang di jari manis?”. “Yah, memang begitu sejak jaman dulu”, kata Farid. “Apanya yang aneh?”.
“Ini bukan soal aneh atau tidak”, sahut kawannya. “Tapi menyangkut makna hakiki dari ketemunya sepasang anak manusia”. Lima jari di tangan kita punya nama sendiri-sendiri, yaitu jempol, telunjuk, jari tengah, jari manis dan kelingking. Si jempol biasa disebut ibu jari. Kita tidak akan bertanya, kok “ibu jari?” meski yang satu ini tidak pernah didampingi “bapak jari”. Jadi, jangan tanya lagi, mana : “anak jari” . Oke?
Belum tertutup peluang bertanya tentang jari manis. Bukan menyangkut jari sebelahnya yang dinamai “jari tengah”, sebenarnya kan cocok dengan nama : “jari jahil?”, karena panjang sendiri. Bukan itu, tapi mengapa cincin kawin harus dipasang di jari manis? Kenapa bukan di jari jempol? Ini kan ibunya jari. Atau telunjuk? Ini jari yang sering menuding. Atau di jari tengah yang lebih panjang? Atau di kelingking? Kan kalau diadu menang terhadap jempol. Mengapa?. Ya, kok cicin itu tempatnya di jari manis, yang tidak masuk hitungan dalam main suit? Biasanya orang menjawab, yah begitulah adanya sejak jaman dulu. Ini namanya jawaban ogah-ogahan. Untuk mendapat jawaban yang shahih, perlu contoh kontrit.
Coba anda rapatkan kedua telapak tangan, kemudian jari tengah ditekuk ke dalam dan tempelkan. Empat jari lainnya juga saling menempel pada ujungnya. Mari kita uji, buka tempelan dua kelingking, posisi si jari tengan tetap rapat. Begitu pula ketika jempol dan telunjuk dibuka, lekatnya kari tengah tidak terusik. Kemucian. Coba buka si jari manis….apa yang terjadi? Jari tengah ikut terbongkar alias hubungan bubar-bar !. Ini bukti shahih bahwa sekali orang saling memakaikan cincin di jari manis pasangannya. Inilah isyarat sejati sebuah “kontak mati”.
Begitu sang cincin belah rotan disaungkan di jari manis sepasang anak manusia, artinya ketemu jodoh. Pada perkembangan selanjutnya, mahligai rumah tangga menjadi ambruk berantakan, dan dengan enteng orang sering bilang “kami cerai karena begitulah maunya yang di atas”. Kita berprasangka baik saja memahami istilah “maunya yang di atas” itu, artinya bukan orang yang tinggal di lantai atas. Atau ada atasan yang punya mau. Tapi karena super awam meyakini bahwa Allah….kalau memang begitu maksudnya atau menghendaki, itu “lebih dekat dari urat nadimu”. Wallahu a’lam.
Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh
Dalam ajaran agama, memang masalah “jodoh” dipercaya sebagai ranah atau wilayah prerogative Sang Khalik, Allah Yang Maha Dekat, namun “cerai” bukan urusan-Nya, tapi urusan asli manusia sendiri. Bukti shahihnya tersimpul di jari manis.
Pada suatu malam, Farid dan kawan-kawannya ngobrol di sebuah kafe. Tanpa menunggu pertanyaan, Farid yang terkenal suka ngomong, ceritera perihal perceraian dengan istrinya yang ketiga. Ya, tiga kali kawin, tiga kali bercerai, dengan dalih : Perceraian pertama, gara-gara dia ketahuan selingkuh.Lalu kawin kedua,pecah karena si istri yang serong, dan yang ketiga sekarang alasannya sebagai berikut :
“Coba kalian bayangkan, tiga bulan pertama perkawinan oke-oke aje. Aku bicara, dia cuma dengar…” tuturnya. “Terus, terus?” kata seorang kawannya. “Masuk tiga bulan kedua, eh dia yang banyak bicara, dan aku jadi pendengar”, kata si Farid. “Wah, itu rumah tangga ideal dong”, kawannya yang lain interupsi. “Naa…., pada tiga bulan ketiga. Kita saling rebutan bicara. Cape deh..! Yang jadi pendengar malah tetangga”. “Ah, bisa saja kau bikin alas an untuk kawin lagi, sama tidak warasnya dengan ceritera sinetron di televisi”, komentar kawan-kawannya.
Kemudian seorang kawannya mengajak Farid agar lebih memahami makna sackal sebuah perkawinan. Dia bertanya tentang cincin kawin. “Kok dipasang di jari manis?”. “Yah, memang begitu sejak jaman dulu”, kata Farid. “Apanya yang aneh?”.
“Ini bukan soal aneh atau tidak”, sahut kawannya. “Tapi menyangkut makna hakiki dari ketemunya sepasang anak manusia”. Lima jari di tangan kita punya nama sendiri-sendiri, yaitu jempol, telunjuk, jari tengah, jari manis dan kelingking. Si jempol biasa disebut ibu jari. Kita tidak akan bertanya, kok “ibu jari?” meski yang satu ini tidak pernah didampingi “bapak jari”. Jadi, jangan tanya lagi, mana : “anak jari” . Oke?
Belum tertutup peluang bertanya tentang jari manis. Bukan menyangkut jari sebelahnya yang dinamai “jari tengah”, sebenarnya kan cocok dengan nama : “jari jahil?”, karena panjang sendiri. Bukan itu, tapi mengapa cincin kawin harus dipasang di jari manis? Kenapa bukan di jari jempol? Ini kan ibunya jari. Atau telunjuk? Ini jari yang sering menuding. Atau di jari tengah yang lebih panjang? Atau di kelingking? Kan kalau diadu menang terhadap jempol. Mengapa?. Ya, kok cicin itu tempatnya di jari manis, yang tidak masuk hitungan dalam main suit? Biasanya orang menjawab, yah begitulah adanya sejak jaman dulu. Ini namanya jawaban ogah-ogahan. Untuk mendapat jawaban yang shahih, perlu contoh kontrit.
Coba anda rapatkan kedua telapak tangan, kemudian jari tengah ditekuk ke dalam dan tempelkan. Empat jari lainnya juga saling menempel pada ujungnya. Mari kita uji, buka tempelan dua kelingking, posisi si jari tengan tetap rapat. Begitu pula ketika jempol dan telunjuk dibuka, lekatnya kari tengah tidak terusik. Kemucian. Coba buka si jari manis….apa yang terjadi? Jari tengah ikut terbongkar alias hubungan bubar-bar !. Ini bukti shahih bahwa sekali orang saling memakaikan cincin di jari manis pasangannya. Inilah isyarat sejati sebuah “kontak mati”.
Begitu sang cincin belah rotan disaungkan di jari manis sepasang anak manusia, artinya ketemu jodoh. Pada perkembangan selanjutnya, mahligai rumah tangga menjadi ambruk berantakan, dan dengan enteng orang sering bilang “kami cerai karena begitulah maunya yang di atas”. Kita berprasangka baik saja memahami istilah “maunya yang di atas” itu, artinya bukan orang yang tinggal di lantai atas. Atau ada atasan yang punya mau. Tapi karena super awam meyakini bahwa Allah….kalau memang begitu maksudnya atau menghendaki, itu “lebih dekat dari urat nadimu”. Wallahu a’lam.
Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh
Langganan:
Komentar (Atom)





